DESA WISATA TLOGO CANDI PLAOSAN YOGYAKARTA
-ALAMAT: Desa Kuta Lang-Lang, Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara
-LEMBAGA: ISD INSTITUT PASCASARJANA UIN SUNAN KALI JAGA YOGYAKARTA
-KONSENTRASI: ISLAM PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
-STUDY: TEORI PEMBANGUNAN SOSIAL KEMANUSIAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Desa wisata Tlogo yaitu Candi Plaosan, merupakan salah satu desa yang mana dapat di
katagorikan desa wisata di Yogyakarta, dengan demikian juga dapat menjadi
sumber Pendapatan daerah. Tiap daerah Indonesia tentunya memiliki potensi
wisata, baik wisata alam maupun wisata buatannya. Wisata alam adalah objek
wisata yang terjadi karena proses alam, misalnya pantai, air terjun, goa dan
lain-lain. Wisata buatan adalah objek wisata yang di buat manusia ataupun
arsitektur yang terkenal. Misalnya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi
Plaosan dan lain-lain.
Kali ini pemakalah sengaja
mengangkat desa wisata Tlogo yaitu di candi plaosan, Dengan adannya wisata alam
dan wisata buatan, sangat berdampak bagi masyarakat sekitrnya tentu dengan
structural kehidupan yang begitu berubah hingan memberikan ke yamanan bagi wisatawan,
maupun daerah Yogyakarta sendiri, selain menikmati pemandangan dan melepas
lelah. Pengunjung dapat menyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa akan kegunaan
Ciptaan-Nya.
Kali ini pemakalah mengangkat tema tentang desa wisata Tlogo Candi
Plaosan, Sebagai Salah Satu Objek Wisata yang Bersejarah Bagi negeri dan bangsa
ini yaitu Indonesia, hal ini sangat berguna tentunya untuk menambah pengetahuan
bagi pembaca pada umumnya, dan pembelajaran bagi diri saya sendiri khususnya.
Dan harapanya, ada masukan dan kritikan terkait literatur stuktural yang tesistematis
dalam pembahasan makalah ini, sehinga menjadi pembelajaran dan masukan bagi
pemakalah sendiri.
Melihat dengan
begitu pesat pengaruh sosial dalam perubahan ekonomi daerah sehinga menjadi
program yang relevan bagi pemerintah untuk betigu besar untuk memperhatikan
persoalan wisata, pada umunya daerah wisatasa ataua desa wisata lebih dominan
berkembang secara praktis, karena mungkin pendapatan untuk daerah atau desa
tersebut terus berjalan dengan adanya desa wisata tersebut, dan ketika
munculnya kratifitas rasio masyarakata mampu menjadikan pusat perhatian
pemerintah untuk mengembangkan dan memperhatikan secara lebih baik, terlebih di
desa tlogo candi plaosan tersebut, merupakan candi yang begitu bersejarah bagi
bangsa ini juga daerah suku dan budaya tersebut.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan masalah yang di amati oleh pemakalah
sendiri pada dalam melakukan penulisan pemakalah ini yaitu, yaitu:
1.
Mengetahui, mengapa
dampak sosial bagi masyarakat Desa Tlogo dengan
keberadaan Taman Wisata Candi Plaosan semakin
meningkat?
2. Mengetahui, mengapa dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Tlogo dengan
keberadaan Taman Wisata Candi Plaosan semakin
meningkat?
C. Metode Penelitian
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis
menggunakan beberapa cara atau metode, yaitu 1. Metode Observasi
Yaitu metode yang dilakukan penulis dengan cara
langsung mengadakan pengamatan dan penelitian di Candi Prambanan.
2. Metode Pustaka
Suatu cara mengumpulkan data melalui buku-buku
panduan atau media lain yang dapat digunakan sebagai bukti atau keterangan
D. Tujuan Penelitian
Makalah ini yaitu bertujuan upaya untuk mengetahui
Candi Prambanan lebih mendalam lagi tentang desa wisata dan implikasi dari
pembangunan desa wisata tersebut terhadap desa di sekitarnya yaitu desa tlogo
sehinga menjadi acuan kedepannya dan bermanfaat bagi saya pribadi dan
masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Candi Plaosan
1.
Kawasan
Candi Plaosan
Candi Plaosan
adalah salah satu tempat wisata bersejarah yang dapat dikategorikan sebagai
candi bercorak Budha. Merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno, candi
ini mempunyai kemiripan dengan beberapa candi bercorak Budha lainnya yang
berada di Yogyakarta seperti Candi Sari, Candi Borobudur, Candi Sewu serta
Candi Kalasan.
Secara
administratif Candi Plaosan terletak pada Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan
Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Nama Candi Plaosan sendiri diperoleh
dari lokasi ditemukannya situs bersejarah ini yaitu Dukuh Plaosan. Apabila kamu
tengah mengunjungi Candi Prambanan, maka kamu juga wajib mengunjungi candi ini.
Karena letaknya yang hanya berjarak 1 kilometer dari Candi Prambanan dan
sekitar 18 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.
Tapi pemakalah tidak mengangkat
tentang desa Desa Bugisan, tapi
pemakalah mengangkat desa tlogo, karena secara geogrfis desa tersebut masih
berdekatan, di Pemakalah sengaja mengangkat tema di desa wisata tloga
karena berupakan pemakalah lebih membahas secara eksplisit implikasi dari candi
plaosan tersebut kepada desa wisata di desa tlogo tersebut sehinga mampu menjai
bahan evaluasi bagi pemakalah dalam menganalisis dari tatanan pemerintahan,
ekonomi dan juga sosial.
Kompleks candi sendiri terbagi
menjadi dua, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Keindahan dari
bangunan candi ini juga tak kalah dengan candi-candi Budha lainnya. Dibangun
dengan perpaduan antara arsitektur Hindu dan Budha, membuat objek wisata budaya
ini memiliki nilai seni tinggi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal
maupun mancanegara.
![]() |
Berikut ini adalah poto dokumentasi Candi Plaosan
2.
Sejarah Candi Plaosan
Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada abad ke 9 oleh Raja Rakai
Pikatan dan Sri Kahulunan pada masa Kerajaan Mataram Kuno atau sering juga
disebut Mataram Hindu. Terdapat sebuah kisah romantis dibalik pembangunan candi
Budha ini. Candi ini dibangun sebagai bukti cinta Raja Rakai Pikatan kepada
istrinya yaitu Sri Kahulunan.
Menurut sebuah prasasti yang bernama Cri Kahulunan pada tahun 842
Masehi, dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan dan
mendapat dukungan oleh Raja Rakai Pikatan yang merupakan suaminya. Seorang
arkeolog bernama De Casparis mengungkapkan bahwa Sri Kahulunan adalah gelar
Pramodhawardani, yang diketahui merupakan putri dari Raja Samarattungga dari
Wangsa Syailendra.
Ratu Sri Kahulunan yang memeluk agama Budha dari Wangsa Syailendra,
menikah dengan Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindu dari Wangsa Sanjaya.
Pernikahan tersebut merupakan awal bersatunya antara Wangsa Syailendra dan
Wangsa Sanjaya di Jawa Tengah.
Bersatunya dua wangsa yaiu Syailendra dan Sanjaya juga berpengaruh pada
arsitektur bangunan candi-candi setelahnya. Perpaduan antara budaya Hindu dan
Budha memperkaya seni arsitektur serta mempercantik Candi Klaosan ini. [1]
B.
Aneka Ragam Wahana Wisata Yang
di Sediakan
Ada beberapa informasi yang pemakalah ketaui terkait dari beberapa
keistimewaan candi tersebut sengi menambah minat para pengunjung, tentu hal ini
ada pihak terkait yang selalu memantau sebuah kesempatan atau peluang bagi
pihak manajemen candi tersebut yaitu Terkait pengamatan kami dari informasi
candi plaosan tersebut beberpada informasi [2]
I.
Wisata Sejarah
Candi Plaosan merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup
favorit bagi para wisatawan domestik maupun asing. Bila kamu merupakan
penggemar tempat wisata budaya, maka situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
ini patut untuk kamu jadikan tujuan selanjutnya. Mudah diakses dari pusat kota,
serta jaraknya yang dekat dengan Candi Prambanan merupakan nilai tambah dari
bangunan kuno ini.
Selain itu, kamu juga akan disuguhkan dengan arsitektur bangunan
perpaduan antara budaya Hindu dan Budha yang membuat candi ini terasa istimewa.
Keindahan arca, relief, serta pahatan pada candi ini tak kalah dengan
candi-candi lain seperti Candi Prambanan ataupun Candi Borobudur.
II.
Wisata Fotografi
Kompleks Candi Plaosan juga merupakan objek menarik bagi kamu yang memiliki
hobi fotografi. Tak sedikit fotografer yang menjadikan Candi Plaosan sebagai
objek foto karena memiliki spot-spot tertentu yang menawan. Candi ini sudah
menjadi primadona bagi para fotografer dan merupakan candi yang lengkap untuk
fotografi.
Selain itu candi ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk foto pre
wedding. Tak hanya mempunyai nilai historis yang tinggi, namun tempat ini juga
dibangun atas dasar kisah cinta antara Raja Rakai Pikatan dan Ratu Sri
Kahulunan.
III.
Menikmati Keindahan Alam Candi
Plaosan
Tak hanya menawarkan keindahan budaya yang ada pada bangunan, kompleks
Candi Plaosan juga mempunyai pemandangan alam yang masih asri. Kamu akan
disuguhkan hijaunya hamparan sawah disekeliling kompleks candi yang akan
memanjakan sejauh mata memandang.
Jika kamu datang pada cuaca yang cerah, kamu bisa melihat keindahan
Candi Plaosan dengan latar belakang Gunung Merapi. Pesona dari candi ini seakan
tak ada habisnya, jika kamu ingin melihat indahnya sunset dan sunrise, candi
ini merupakan salah satu objek yang wajib untuk kamu kunjungi.
IV.
Jam Buka dan Tiket Masuk Candi
Plaosan
Candi Plaosan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 06.00 - 17.00 Harga
tiket masuk per orang untuk wisatawan domestik/asing Rp. 5.000,-[3]
C. Rangkaian
Teori
a.
Surga Perkotaan Yang Terancam
Banyak terdapat buku yang mencoba
mengkritisi terkait desa wisata di indonesai salah satunya yaiti buku Eko
Budihardjo misalnya, yaitu dalam bukunya “reformasi perkotaan”, yang mana
sangat relevan dalam pembahasan terkait desa wisata ini, sudah semenjak dari
beberpa tahun lalu jhon Ormsbee Simonds, menyampaikan, taman, lapangan olah
raga, ruang terbuka, tempat bermain, tempat wisata yaitu merupakan surge
perkotaaan,
Di kisahkan bila
sesorang jenuh, bosan, sumpek di dalam bangunan, lazimnya keluar mencari udar
segar, melepas anapas, mendengarkan gemercikan air dan kicauan burung di
kawasan yang di sebut tidak jauh dari prtkotaan, missalnya candi plaosan yang
di maksud oleh pemakalah, tentu hal ini sangat membatu kita untuk
menghilangakan penat atau berrefresing dengan keluaraga, atau sama keluaraga
dan temen kantor juga sama pasangan kekasih bagi para remaja,
Banyak kekhawatiran
secara pandangan psitif dan juga pandangan negatif dari pengamat pembangunan
secara sosiologis dan ekonomis di kawasan wisata pada umumnya, karena banyak
pertimabangan yang semestinya harus kita selaraskan, sehinga tidak terjadi
kontradiksi dari stuktur pemerintahan politik ekonomisme dan juga sosialisme,
karena tentu juga dalam pandangan stiap tipologi perindividualis akan banyak
persepsi yang di munculkan ke publik, sehinga akan menjadi sebuah proses yang
sangat panajang jika kita lakakan proses tersebut,
Namun sudah sepantasnya
kita saat ini mencoba berpikir secara mendalam dan agresif tentang desa dan daerah kita, yaitu bagaimana
kita seharusnya peduli dalam setiap
proses pembangunan di daerha kita, sehinga kita harus mempertimbangkan untuk
genersi penerus kita kedepannya, oleh karena itu mari kita bergabung dalam
gerkan environmentalist dan sociopolis, demi generasi muda lebih baik, juga
seharunya kita memperhatikan setiap langkah keputusan dari pemerintahan atau
elite dalam ambil andil untuk genersi anak cucu kita sendiri dengan tinkah laku
yang tidak semestinya di lakukan oleh mereka”memerkosa” alam dan lingkungan
hanya untuk kepentingan pribadi dan sesaat.
b.
Kritikan Secara Sosialis dan Kulturalis
Hal ini pemakalah
mencoba mencari alternatuf dari implikasi sub persoalan desa wisata telogo, Kalau
kita perhatikan secara saksama di berbagai daerah desa dan perkotaan khususnya
di Yogyakarta sendiri sudah banyak kemajuan,baik secara infrastuktur,bagunan yang
menjulang, pengendara pribadi yang meliputi jalanan sepajang raya. Artinya
menurut saya ini adalah peraktik westenisasi di Yogyakarta sendiri sudah di
lakuakan oleh kalangan masyarakat dan pemerintahan, seraca harfiah jika kita
melihat banyak juga menjadi buah positif,juga negatif, hal ini tentunya
menimbulkan implikasi yang tidak dapt di cerna jika secara kast mata telanjang,
perubahan sosial yang begitu pesat, ekonomi semakin tumbuh dan pihak invekstor
berduyun-duyun dating dan megivestasiakn modalnya yang biasa di kenal
kapitalisme, jika kita lihat dari subpembahasan desa wisata di tlogo tersebut,
tidak dapat di pungkiri, hal yang kita kekhawtirkan secara negatif tersebut
akan kita rasakan di kemudian hari, hal ini semestinya sudah menjadi wacana atau
dalam pemikiran pemerintahan daerah Yogyakarta kita untuk mengantisifasi
kekhawtiran, yaitu tersingkirnya norma budaya leluhur secara kultural yang kini
di rawat dengan indah melalui media wisata tapi malah menjadi alat untuk
menghilangkan nilai leluhur atau budaya indentitas Yogyakarta sendiri, hal ini
sangat relatif terjadi di daerah kota atau desa wisata.[4]
D.
Implikasi dan Relasi bagi
Masyarakat Desa Tlogo
Pada dasarnya, saat pemakalah
melakukan penelitian di lapangan di desa tlogo banyak sekali terdapat informasi
yang begitu bagas untuk menjadi data dalam pembuatan makalah ini sendiri, tentunya dalam pengamatan pemakalah sendiri,
yaitu:
1.
Dampak dari adanya candi plaosan bagi masyarakat desa tlogo.
Secara keuntungan ekonomis dan
sosialis masyarakat tlogo sangat di
untungkan dengan adanya desa wisata atau candi plaosan tersebut yaitu
a.
Pendapatan ekonomi masyarakat tlogo semakin meningkat,
Tentunya dengan
banyaknya pengujung ke candi plaosan tersebut, maka masyarakat tlogo juga terkena dampak dini dari iklim candi plaosan
tersebut, masyarakat tlogo sudah bisa membuka peluang bisnis di sekitar desa,
tentunya ke arah yang menuju ke candi plaosan tersebut, masyarakat juga ada
yang membuka kios pribadi dan lahan parkir sepeda motor dan mobil di tanah
kepemilikan pribadi, juga sebagahagian menyediakan lahan untuk penitipan
sepeda, tentunya ini semua bertujuan untuk sebagai pasilitas bagi pengujung
wisatawan candi plaosan, ada juga sebagaian masyarakat membuka warung
makan,warung oleh-oleh dan lainnya. SamapaI sekarang ini masih terdapat 20 kios
di sekitar desa wisata tlogo tersebut,
Dokumentasi, lahan parkir secara privasi oleh masyarakat di desa wisata
Tlogo dan juga kios lahan bisnis dagang oleh masyarakat Tlogo di pingir jalan
menuju Candi Plaosan.
![]() |
![]() |
||
b.
Perubahan sosial dalam berintraksi sangat baik,
Tentu dalam hal
ini sangat penting jika di suatau daerah yang terdapat desa wisata, karena pada
dasarnya para pengunjung sangat mengiginkan kenyamana dalam bersoaisliasasi
kepada masyarakat sosial, tentunya dalam ini sangat memberikan peluang besar
keinginan wisatawan untuk dating berkunjung dengan alasan kenyamanan
c.
Pembangunan infratruktur dan fasilitas di kawasan desa Tlogo Candi
Ploasan
Secara pengamatan
pemakalah di lokasi terkait infrastruktur dan fsilitas belum begitu memadai, artinya jika di
bandingkan dengan daerah wisata lainya seperti candi probodur dll, sangat jauh
ketingalan candi plaosan tersebut, tentu hal ini sangat berpengaruh sekali
menurut pemakalah untuk minat para wiastawan untuk berkunjung di candi plaosan
tersebut, dan banyak juga fasilitas yang begitu tidak layak di kawasan wisata
tersebut seperti tempat parkiran, jalanan, tempat jualan masyarakat dan
rambu-rambu jalan.
Berikut adalah
dokumentasi dari hari observasi terkait rambu-rambu pemberitahuan informasi
tempat parkir di tanah pribadi milik masyarakat desa wisata Tlogo Candi
Plaosan.

BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada halaman sebelumnya, maka penulis
menyimpulkan bahwa :
a. Manfaat Candi Plaosan untuk
mengenal lebih luas dan mendalami tentang sejarah Candi Plaosan, benda-benda
bersejarah yang ada di dalam Candi Plaosan, serta member motivasi bagi pengunjung
supaya lebih peduli dengan peninggalan yang sejarah di negeri ini, serta
menjagannya agar tidak dirusak oleh tangan jail manusia
b. Candi Plaosan merupakan
peninggalan pada zaman dahulu baik sebagai tempat suci atau tempat beribadah
bagi umat Hindu. Kini, candi Prambanan berperan sangat penting sebagai sarana
ilmu pengetahuan terutama dalam bidang pendidikan dikalangan sejarahwan,
c. Implikasi Dalam pembanguna
maupun desa wiasta yang terdapat di sekitar candi plaosan tersebut sangat
memberikan pandangan secara positif maupun negatif, juga memberikan dampak
keuntugan secara ekonomi kemasyarakatan juga mampu merubah sosial intraksi di
kalangan msayarakata.
d. menjadi sebuah monument yang
bersejarah bahwa nigari ini mempunyai sebuah tempat yang bersejarah di masa
lampau, juga menunjukan ka mata seluruh dunia bahwa budaya atau kultur di
Indonesia sangat bagus dengan adanya budaya yang begitu menjaga nilai sejarah
di negeri nya sndiri.
2. Saran
Demi terciptannya tujuan penelitian dan demi pelestarian Candi Plaosan
yang kini menjadi sebuah tempat wisata yang meberikan dampak positif yang
merupakan kebudayaan bangsa kita, maka penulis memberikan saran yaitu sebagai
berikut.
a. Sebagai
generasi muda, kita harus bias menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa yang
kita miliki, sehinga menunjukan bahwa indentitas bansa ini masih terjaga utuh
meti di era teknologi dan globalisasi seperti saat ini hinga seterunya nanti,
juga untuk generasi kita si masa akan datang
b. Perlu diadakannya
pengawasan yang keras dari pihak pemerintahan daerah supaya sejarah dan budaya
kita yang kita miliki ini terjaga dan tidak terkontaminasi dari pihak asing
yang buruk, juga sangat di harapkan sekali perhatian secara pengawasan
pembangunan di sekeliling kawasan candi plosan tersebut, sengit terlepas dari
invetor asing, yang hanya berpikir untuk keuntungan pribadi semata, tanpa
menimbangkan masyarakat local yang meraup kebutuhan ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Yogyakarta
2008, Bagus styo utomo, artikel plaosan,prambanan.
Sejarah candi
plaosan,Wikipedia.
Hasil ovservasi
di lapangan, mengunakan penelitian wawancara kepada masyarakat kelompok
Reformasi
Perkotaan mencegah wilayah urban menjadi human zoo, Eko Budihardjo
kompas,2014




Komentar
Posting Komentar